Ali Sopian Menguat di Bursa Ketua LPM Lampung, Modal Pengalaman dan Konsolidasi Jadi Andalan
nataragung.id, Bandar Lampung – Bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Provinsi Lampung mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V yang dijadwalkan berlangsung Rabu (21/10/2026) di Hotel Horison, Bandar Lampung.
Di antara tiga nama yang mencuat, Ali Sopian, S.H., M.H., menjadi figur yang menarik untuk diperhitungkan. Pengalamannya sebagai Sekretaris DPD LPM Lampung selama mendampingi kepemimpinan Drs. H. Ahmad Bastian, S.Y., selama lima tahun dinilai menjadi modal penting dalam kontestasi kali ini.
Selain memahami dinamika internal organisasi, Ali juga memiliki rekam jejak di dunia aktivisme dan dikenal sebagai pendiri LBH Masa Perubahan. Perpaduan pengalaman organisasi, pemahaman terhadap tata kelola kelembagaan, serta latar belakang di bidang hukum menjadi bekal yang dapat ditawarkan kepada para pemilik suara dalam Musda.
Musda V bukan sekadar agenda pergantian ketua. Forum ini menjadi momentum menentukan arah dan kepemimpinan LPM Lampung untuk lima tahun ke depan, terutama dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Ketua Steering Committee (SC) Musda V LPM Lampung, Topan, mengatakan pemilihan ketua menjadi salah satu agenda utama dalam musyawarah tersebut. Ia menyebut setidaknya ada tiga tokoh yang digadang-gadang maju, yakni Ali Sopian, Sabnu Alie, dan H. Yuhadi.
Menurut Topan, setiap calon harus memperoleh dukungan minimal 30 persen dari total 15 suara LPM kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk dapat maju dalam pencalonan.
Ketentuan tersebut membuat konsolidasi dan komunikasi dengan pengurus daerah menjadi faktor penting. Pengalaman Ali yang telah berada di dalam struktur kepengurusan selama lima tahun berpotensi memberinya keuntungan dalam memahami kebutuhan organisasi dan membangun kesinambungan program.
Ali Sopian dan Tantangan Melanjutkan Kepemimpinan
Dalam sebuah organisasi, pengalaman bukan sekadar lamanya seseorang berada di dalam struktur, melainkan juga pemahaman terhadap persoalan, tantangan, serta kebutuhan untuk melakukan pembenahan.
Sebagai sekretaris, Ali memiliki pengalaman mendampingi kepemimpinan sebelumnya dan mengikuti perjalanan organisasi dari dekat. Modal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi peserta Musda yang menginginkan kepemimpinan dengan pemahaman kelembagaan sekaligus ruang bagi pembaruan.
Latar belakangnya sebagai aktivis dan pendiri lembaga bantuan hukum juga memberi warna tersendiri. Pengalaman tersebut relevan dengan kebutuhan organisasi yang harus mampu membangun komunikasi, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan memperkuat peran kelembagaan di tingkat daerah.
Namun, pengalaman dan rekam jejak tetap perlu dibuktikan melalui kemampuan membangun dukungan yang memenuhi persyaratan Musda. Sebab, keputusan akhir berada di tangan peserta yang memiliki hak suara.
Persaingan Tiga Figur, Siapa Paling Siap?
Sabnu Alie hadir dengan pengalaman memimpin Karang Taruna Provinsi Lampung dan aktivitasnya di dunia organisasi kepemudaan. Sementara itu, H. Yuhadi memiliki pengalaman tiga periode sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung, rekam jejak kepemimpinan di Partai Golkar, serta jaringan yang luas di kalangan aktivis dan tokoh masyarakat.
Keduanya memiliki modal masing-masing. Akan tetapi, Ali Sopian mempunyai keunggulan yang berbeda, yakni pengalaman langsung dalam struktur DPD LPM Lampung selama lima tahun terakhir.
Faktor tersebut membuat pencalonan Ali menarik untuk dicermati. Di tengah kebutuhan menjaga kesinambungan organisasi sekaligus membuka ruang perbaikan, pengalaman internal dapat menjadi pertimbangan penting bagi para pemilik suara.
Kini, pertarungan tidak hanya berkaitan dengan popularitas figur, tetapi juga tentang visi, kemampuan mengonsolidasikan pengurus kabupaten/kota, serta gagasan untuk membawa LPM Lampung lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Musda V LPM Lampung akan menjadi panggung pembuktian bagi ketiga kandidat. Apakah pengalaman lima tahun di dalam kepengurusan menjadi keunggulan bagi Ali Sopian untuk melangkah ke kursi ketua?
Jawabannya akan ditentukan melalui proses Musda pada Rabu (21/10/2026). Satu hal yang jelas, persaingan kali ini menjadi momentum penting bagi masa depan LPM Lampung.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar