APKLI Jateng: Negara Kalah vs Preman, Pungli di Lapak PKL Harus Diberantas

SEPUTAR DIY & JAWA TENGAH • 27 Sep 2026 16:55 • Admin NA • 22 kali dibaca
APKLI Jateng: Negara Kalah vs Preman, Pungli di Lapak PKL Harus Diberantas

nataragung.id - Semarang - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP) Jawa Tengah mendesak pemberantasan pungutan liar (pungli). Asosiasi ini mendesak  aparat keamanan baik Kepolisian maupun  Satpol PP untuk memberantas premanisme di area lapak Pedagang Kecil. 

Ketua APKLI Merah Putih Jawa Tengah Fahmi Dzulfiadi menyatakan, negara selama ini kalah versus premanisme. Sudah lama pejabat negara dan kepala Kepolisian mengatakan akan memberantas pungli. Tapi nyatanya setiap hari ada PKL maupun pengunjung mengadu telah menjadi korban pungli. 

"Pernah ada Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), nyatanya sampai kini para PKL masih menjadi korban pemerasan alias pungli," papar Fahmi  di Semarang, Jum'at (25/9/2026).

Dia sebutkan, kasus yang viral di media akhir-akhir ini, yaitu pungli kepada PKL di alun-alun kidul kompleks Keraton Yogyakarta yang diungkap oleh korban yaitu pedagang makanan keliling “Bolosego”, membuktikan bahwa pungli ada telah mencekik rakyat kecil.

“Sultan yang raja keraton sekaligus Gubernur Yogyakarta, dianggap tidak ada oleh para preman. Buktinya PKL sudah mendapat ijin resmi dari Keraton, masih diperas oleh preman liar maupun oknum preman berseragam,” tutur Fahmi.

PKL, beber dia, adalah kaum yang paling tertindas oleh pungli. Yaitu, setiap hari selama berjualan, selalu didatangi preman yang minta uang atau makanan.  Biasanya mengancam atau melakukan kekerasan, termasuk dengan senjata. 

“PKL adalah pihak yang paling menderita dari pungli. Mereka terancam hidupnya setiap saat.  Bertaruh nyawa ketika berjualan,” tandas mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Semarang  ini.

Lebih lanjut Fahmi menyampaikan, pungli menjadikan ekonomi biaya tinggi. Karena pungli, harga yang mestinya murah menjadi mahal. Rakyat selaku konsumen, harus membayar lebih banyak atas barang yang mestinya murah. 

"Pungli bikin ekonomi biaya tinggi. Bahkan tidak hanya PKL, pemilik industri pun kena pungli. Ini harus dibasmi," seru aktivis gerakan rakyat ini. (MMD).

Keterangan Foto; Fahmi Dzulfiadi (Kanan)/Foto: Ichwan DS

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

6 + 1 = ?
Berita Terkait