Balai Adat Tiyuh Mandah, Kecamatan Natar Lampung Selatan Kondisinya Memprihatinkan Tokoh Adat Berharap Bupati Egi Turun Tangan

NATAR 23 Aug 2026 12:32 Admin NA
Balai Adat Tiyuh Mandah, Kecamatan Natar Lampung Selatan Kondisinya Memprihatinkan Tokoh Adat Berharap Bupati Egi Turun Tangan

nataragung.id - Natar - Balai Adat (Sessat) Tiyuh Mandah, yang berdiri di Jalan Lintas Sumatra (Jembatan Way Sekampung) Desa Mandah, Natar, Lampung Selatan, kondisinya sungguh sangat memperihatinkan. Akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Perlu diketahui balai adat ini dibangun pada tahun 2001, yang dianggarkan dalam APBD Lampung Selatan saat bupati di jabat oleh H. Zulkifli Anwar.


Menurut Entdarto Andal gelar Pangeran Buay Raja, tokoh adat Tiyuh Mandah, Pubian Marga BukkukJadi, kondisi balai adat ini sudah sangat parah, plafon yang terbuat dari geribik bambu sudah banyak yang bolong dan sudah lepas. "Kami maklum dengan kondisi plafon, banyak yang sudah rusak, akibat banyak genteng yang juga bocor, sehingga geribik bambunya jadi basah dan rusak jika turun hujan," ucap Entdarto disela-sela puncak HUT ke-81 RI tingkat dusun Mandah induk, Minggu 23 Agustus 2026 yang dipusatkan di balai adat tersebut.


Selain itu Entdarto juga menyinggung kondisi jendela balai adat, dimana kusennya sudah banyak yang rusak, bahkan ada kusen yang sudah di topang oleh kayu, karena dikhawatirkan lepas.


Entdarto menceritakan balai adat Tiyuh Mandah ini dibangun pada tahun 2001 atas perjuangan salah seorang warga Tiyuh Mandah yaitu H. SyahidanMh, yang saat itu menjabat anggota DPRD Lampung Selatan. "Alhamdulillah perjuangan saudara kami Syahidan diperhatikan oleh Bupati Lampung Selatan Bapak Zulkifli Anwar, bahkan peletakan batu pertama pembangunan balai adat beliau langsung yang melakukan," tegas Entdarto.

Dirinya berharap, kiranya Bupati Lampung Selatan Bapak Radityo Egi Pratama berkenan untuk memberikan bantuan dana rehab guna memperbaiki balai adat, agar kondisinya tidak semakin parah. "Selain untuk pertemuan atau kegiatan adat, Sessat ini juga dipergunakan untuk kegiatan pemerintahan, bahkan setiap pemilu, baik pileg, pilkada dan pilpres, sessat ini merupakan salah satu tempat TPS," ucapnya.

Dirinya yakin, bupati Lampung Selatan pasti akan memperhatikan kondisi bangunan adat ini, apalagi bangunan Sessat berdiri di pintu masuk Lampung Selatan bagian utara. " Setiap orang yang akan masuk ke wilayah Lamsel baik dari arah Bandar Jaya maupun dari Metro, setelah melewati jembatan way sekampung, maka bangunan yang pertama dilihat adalah balai adat ini, karena posisinya tepat di pinggir jalinsum," pungkas Entdarto. (SMh)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 6 = ?
Berita Terkait