Bupati Nanda Bawa Kakao Pesawaran Go Internasional, Gandeng Investor Hong Kong di Trade Expo

PESAWARAN • 18 Oct 2026 13:57 • Admin NA • 28 kali dibaca
Bupati Nanda Bawa Kakao Pesawaran Go Internasional, Gandeng Investor Hong Kong di Trade Expo

nataragung.id - Tangerang, Banten - Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B.,S.E.,M.M. berupaya memperluas peluang pengembangan kakao daerah melalui penguatan kemitraan dengan investor dan pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran meningkatkan kualitas produksi, memperluas akses pemasaran, dan membangun rantai pasok berkelanjutan agar komoditas unggulan tersebut memberikan nilai tambah bagi petani.

Dalam rangkaian kegiatan Trade Expo pada Kamis (15/10/2026), Bupati Nanda Indira bersama jajaran melakukan kunjungan ke JIKA Chocolate untuk melihat secara langsung proses pengolahan kakao menjadi produk cokelat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari proses produksi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Pesawaran.

Bupati Nanda menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk belajar dan berkonsultasi mengenai strategi peningkatan kualitas serta nilai tambah kakao daerah. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan pelaku industri, Pesawaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas kakao agar mampu memenuhi standar pasar yang lebih tinggi dan memiliki daya saing.

Dalam kesempatan tersebut, pembahasan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia petani, peningkatan kualitas hasil panen, serta peluang perdagangan biji kakao dan bubuk kakao. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kakao Pesawaran, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran, sehingga potensi komoditas unggulan daerah dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.


Pertemuan tersebut juga sekaligus menjadi forum pemantapan rencana kerja sama antara Pemkab Pesawaran, sektor swasta, dan lembaga internasional, dengan dukungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Pembahasan mencakup pengembangan kakao, peluang investasi, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan ekosistem usaha yang menghubungkan produksi perkebunan dengan kebutuhan pasar.

Selanjutnya, Bupati Nanda bersama Gubernur Lampung kemudian menghadiri International Trade Expo ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, dengan agenda diskusi bersama Hong Kong Investment dan PT Klumbayan Gold Farms mengenai pengembangan kemitraan dan peluang pasar.

Rangkaian kegiatan tersebut turut ditandai penandatanganan MoU antara Pemkab Pesawaran dan PT Klumbayan Gold Farms, perjanjian kerja sama dengan JIKA Chocolat terkait pembelian dan peningkatan standar produk kakao, serta LOI dan surat kerja sama dengan PT Klumbayan Gold Farms.

Bupati Nanda mengatakan, pengembangan kakao merupakan bagian dari upaya mendukung program Gubernur Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kakao menjadi salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan masyarakat Pesawaran sehingga perlu dikembangkan melalui kemitraan yang mampu mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan industri dan pasar yang lebih luas.

“Pertemuan ini bertujuan untuk bagaimana kita memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan berkolaborasi bersama para mitra untuk membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” jelas Bupati.


Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Pesawaran berharap petani tidak hanya memperoleh peluang pemasaran yang lebih luas, tetapi juga dukungan peningkatan kualitas hasil panen dan kapasitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut mengapresiasi kolaborasi tersebut yang diharapkan memperkuat daya saing komoditas unggulan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan pemerintah provinsi dan kemitraan dengan sektor swasta menjadi bagian dari upaya memperluas peluang pengembangan kakao Pesawaran, dari penguatan produksi hingga pemasaran dan pengolahan.

Rangkaian pertemuan turut melibatkan perwakilan Kedutaan Besar Bangladesh untuk Indonesia, GIZ Indonesia, WWF Indonesia, SNV Netherlands Development Organisation, Solidaridad, China Investment, PT Klumbayan Gold Farms, Sustainable Spices Initiative Indonesia (SSI), ASKI, dan STARFINDO. (Diah)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 9 = ?
Berita Terkait