Di Era Digital, Wabup Syaiful Ingatkan Santri: Kuatkan Ilmu, Jaga Akhlak, Jangan Hilang Jati Diri

Berita • 18 Oct 2026 06:46 • Admin NA • 2 kali dibaca
Di Era Digital, Wabup Syaiful Ingatkan Santri: Kuatkan Ilmu, Jaga Akhlak, Jangan Hilang Jati Diri

Di Era Digital, Wabup Syaiful Ingatkan Santri: Kuatkan Ilmu, Jaga Akhlak, Jangan Hilang Jati Diri

nataragung.id - Candipuro - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, santri dituntut tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga akhlak sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat membuka Musabaqah Santri Lampung Selatan (Musalsal) ke-I yang dihadiri Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Lampung Selatan di Pondok Pesantren Alhamid, Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 itu menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, meraih prestasi, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an dan ilmu agama.

Dalam Berbagainya, Wabup Syaiful mengapresiasi RMI PCNU Kabupaten Lampung Selatan dan Pondok Pesantren Alhamid yang telah menghadirkan Musalsal sebagai wadah pelatihan dan pengembangan kemampuan santri.

“Santri harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadilah generasi yang kuat imannya, wawasannya yang luas, luhur akhlaknya, dan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Menurut Syaiful, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pendidikan pesantren, kata dia, mengajarkan bahwa ilmu harus berjalan seiring dengan adab. Kecerdasan perlu disertai kerendahan hati, sementara prestasi hendaknya membawa manfaat bagi sesama.

Nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi.


Santri perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Selain menjadi ruang pengembangan potensi, Musalsal juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wabup Syaiful menyebut peringatan Hari Santri Nasional sebagai kesempatan untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta merawat kehidupan persahabatan.

Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengedepankan kejujuran serta persaudaraan.

“Keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari piala yang diraih, tetapi juga dari akhlaknya, penghormatannya kepada guru dan orang tua, serta manfaat yang diberikan kepada lingkungan. Prestasi itu penting, tetapi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kejujuran dan adab,” tegasnya.

Syaiful berharap Musalsal ke-I tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas pembinaan santri, dan menumbuhkan generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Musalsal ke-I berjalan lancar dan melahirkan santri-santri berprestasi yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Syaiful. (mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 3 = ?
Berita Terkait