Dihadiri 1.000 Jamaah, Maulid Nabi di MWCNU Sidomulyo Gaungkan Kembali Tradisi Barzanji

LAMPUNG SELATAN • 01 Oct 2026 20:37 • Admin NA • 62 kali dibaca
Dihadiri 1.000 Jamaah, Maulid Nabi di MWCNU Sidomulyo Gaungkan Kembali Tradisi Barzanji

nataragung.id - Lampung Selatan - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar MWCNU Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi pembacaan Barzanji dan Diba’an di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dr. KH. Muslih, S.H.I., M.H., saat memberikan Mauidzoh Hasanah dalam pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula MWCNU Sidomulyo, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu dihadiri lebih dari 1.000 jamaah.

Dalam tausiyahnya, KH. Muslih mengajak jamaah menelusuri kembali sejarah kelahiran Rasulullah Muhammad SAW serta sejumlah perjalanan penting dalam sejarah Islam. Ia juga mengangkat kisah Salahuddin Al-Ayyubi dan sejarah Maulid Al-Barzanji sebagai bagian dari pembahasan tentang bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW diwariskan dan dirawat melalui tradisi keagamaan.


Dari rangkaian sejarah tersebut, KH. Muslih kemudian menekankan pentingnya menjaga kegiatan pembacaan Barzanji, Diba’an dan kegiatan keagamaan lainnya agar terus hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menumbuhkan semangat cinta kepada negeri, sekaligus menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Ia juga mendorong warga Nahdlatul Ulama untuk kembali menggerakkan kegiatan keagamaan dan pengajian di tengah masyarakat sehingga keberadaan NU semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari Mauidzoh Hasanah yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.


Di hadapan jamaah, Ketua MWCNU Sidomulyo Ust. Giyarno, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Giyarno juga mengungkapkan rencana pembangunan konstruksi baja ringan di area depan Aula MWCNU Sidomulyo dengan luas sekitar 300 meter persegi.

Fasilitas tersebut diproyeksikan untuk mendukung berbagai kegiatan MWCNU dan masyarakat. Dengan tersedianya area tersebut, MWCNU diharapkan tidak lagi harus menyewa tenda ketika menggelar kegiatan dalam skala besar, seperti pengajian dan peringatan hari besar Islam.

Rencana pembangunan itu sekaligus menunjukkan upaya MWCNU Sidomulyo menyiapkan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas keagamaan dan organisasi secara berkelanjutan.

Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Lampung Selatan Kyai Moh. Ishomudin, Ketua PCNU Lampung Selatan H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., Kepala KUA Sidomulyo H. Tamsir Ridwan, S.Ag., M.M., Kasi Pemerintahan Kecamatan Sidomulyo Amrul Habibah, S.H.I., M.H.I., serta Sekretaris PC GP Ansor Lampung Selatan M. Sobari, S.Pd.I.

Turut hadir PAC GP Ansor Sidomulyo, PAC Muslimat NU Sidomulyo, dan PAC Fatayat NU Sidomulyo.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan Ummul Kitab, kemudian tawassul yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Sidomulyo Kyai M. Sholihun. Acara dilanjutkan dengan Indonesia Raya dan Yalal Wathon, sambutan Ketua MWCNU Sidomulyo, serta pembacaan Maulid Al-Barzanji oleh Kyai Ahmad Suwarno.

Setelah Mauidzoh Hasanah, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Lampung Selatan Kyai Moh. Ishomudin.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MWCNU Sidomulyo tahun ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan tradisi keagamaan, memperkuat kegiatan masyarakat, dan meneguhkan peran NU agar semakin hadir dan bermanfaat di tengah kehidupan warga. (edi's)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 8 = ?
Berita Terkait