DPRD Lampung Dorong Modernisasi Pertanian, Beri Manfaat Nyata bagi Petani

PEMPROV LAMPUNG • 01 Oct 2026 06:13 • Admin NA • 18 kali dibaca
DPRD Lampung Dorong Modernisasi Pertanian, Beri Manfaat Nyata bagi Petani

nataragung.id - Bandar Lampung - DPRD Provinsi Lampung mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat modernisasi pertanian melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi petani.

Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung H. Aribun Sayunis, S.Sos., M.M. dalam mendorong pengembangan pertanian modern yang lebih produktif dan efisien di Lampung, Rabu (30/9/2026).

Menurut Aribun, modernisasi pertanian harus mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani, terutama tingginya biaya produksi dan kebutuhan tenaga kerja. Penggunaan mekanisasi dan teknologi dapat membantu mempercepat pengolahan lahan, mempercepat proses tanam, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta membuat pekerjaan petani lebih efisien.

“Yang paling penting, modernisasi pertanian harus memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Kalau proses produksi lebih cepat, biaya tenaga kerja dan pengolahan bisa lebih efisien, kemudian hasil panen meningkat, maka keuntungan yang diterima petani juga diharapkan semakin baik,” ujar Aribun.

Ia menjelaskan, manfaat modernisasi juga dapat dirasakan dari meningkatnya produktivitas lahan. Dengan teknologi yang tepat, petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen lebih optimal dari lahan yang sama, sehingga peluang peningkatan pendapatan menjadi lebih besar.

Selain itu, efisiensi waktu tanam memungkinkan petani mengelola musim tanam dengan lebih baik. Pengelolaan lahan yang lebih cepat dan terukur juga diharapkan dapat membantu petani meningkatkan ketepatan waktu tanam serta mengurangi risiko keterlambatan dalam proses produksi.

“Jadi manfaatnya harus dirasakan petani secara langsung. Bukan sekadar ada mesin atau teknologi, tetapi petani bisa menghemat biaya, menghemat waktu dan tenaga, mendapatkan hasil panen yang lebih baik, dan pada akhirnya pendapatannya meningkat,” katanya.

Aribun menambahkan, manfaat tersebut perlu didukung dengan ketersediaan sarana produksi, air, pupuk, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga akses pemasaran. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat diikuti dengan kemampuan petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panennya.

Penerapan PM-AAS di Lampung sebelumnya menunjukkan hasil pada lahan percontohan seluas 100 hektare di Lampung Tengah yang dikelola 77 petani dengan produktivitas sekitar 11,2 ton per hektare.

Aribun mendorong agar capaian tersebut dapat dikembangkan secara tepat sasaran di wilayah lain dengan menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan petani.

Menurutnya, keberhasilan modernisasi pertanian harus diukur dari hasil yang dirasakan petani. Semakin rendah biaya produksi, semakin efisien waktu dan tenaga, semakin tinggi produktivitas, serta semakin baik pendapatan petani, maka semakin besar pula manfaat program modernisasi pertanian bagi masyarakat.

DPRD Provinsi Lampung, lanjutnya, mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat guna dan berkelanjutan. (SMh)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

9 + 1 = ?
Berita Terkait