Drama Penalti di GBK, Tangis Haru Pecah di Pantai Sanggar. Bupati Egi Nobar Bareng Warga Rayakan Garuda Juara

OLAH RAGA • 06 Oct 2026 03:21 • Admin NA • 33 kali dibaca
Drama Penalti di GBK, Tangis Haru Pecah di Pantai Sanggar. Bupati Egi Nobar Bareng Warga Rayakan Garuda Juara

nataragung.id - Kalianda - Bukan di tribun VVIP Gelora Bung Karno, tapi di hamparan pasir Pantai Sanggar, Kalianda. Senin malam (5/10/2026), Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memilih duduk lesehan bersama ratusan warga.

Mereka berteriak, mengepalkan tangan, hingga akhirnya berpelukan haru. Momen itu pecah setelah empat algojo Timnas Indonesia menuntaskan penalti dengan sempurna dan mengunci gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 untuk pertama kalinya setelah penantian 35 tahun.

Nonton bareng (Nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu memang beda. Bupati Egi hadir bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan pejabat lainnya. Tidak ada jarak, semua membaur jadi satu, Merah Putih.


Sorak kemenangan menggema keras saat skor 4-2 terpampang di layar. Empat penendang Indonesia menjalankan tugas dengan dingin. Sebaliknya Thailand hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan.

Padahal laga final di Jakarta itu berlangsung sangat dramatis.

Indonesia membuka keunggulan 1-0 di menit ke-84, namun Thailand membalas cepat tiga menit kemudian. Skor 1-1 memaksa laga lanjut ke extra time.

Di babak tambahan, drama makin menjadi. Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand kembali unggul 2-1 di menit ke-111. Sontak suasana nobar di Pantai Sanggar tegang.

Namun mental Garuda tak runtuh. Lima menit berselang, Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor itu bertahan hingga 2x15 menit extra time berakhir. Juara pun harus ditentukan lewat adu penalti.

_Dari titik putih itulah sejarah tercipta._

Bagi warga yang memadati Pantai Sanggar, kemenangan ini bukan sekadar skor. Luapan kegembiraan pecah dalam sorak-sorai, tepuk tangan, dan pelukan. Warga dari berbagai latar belakang larut dalam satu kebanggaan yang sama: Merah Putih.

Bupati Egi mengatakan, antusiasme masyarakat ini menjadi bukti bahwa sepak bola punya kekuatan besar untuk mempersatukan.

"Di sini kami datang dari berbagai latar belakang, tetapi ketika Timnas Indonesia bermain, kami memiliki satu semangat dan satu kebanggaan yang sama, yaitu Merah Putih," ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, perjuangan Timnas melawan Thailand adalah pelajaran berharga tentang mentalitas pantang menyerah. Sempat tertinggal, sempat tertekan, tapi bangkit dan menang.

"Semangat pantang menyerah itu penting ditularkan kepada generasi muda Lampung Selatan. Olahraga bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi tentang membentuk karakter, keberanian, disiplin, dan tekad untuk berprestasi," katanya.

Egi berharap, dari euforia malam itu lahir bibit-bibit baru dari Lampung Selatan.

"Mudah-mudahan lahir anak-anak muda yang mencintai olahraga, berani berprestasi, dan suatu saat nanti ada putra-putri terbaik daerah kita yang bisa mengenakan jersey Merah Putih," tutupnya.

Malam itu, kemenangan Timnas di Pantai Sanggar tak hanya dirayakan, tapi juga menyalakan semangat baru bagi generasi muda Lampung Selatan untuk berani mengejar prestasi.(mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 7 = ?
Berita Terkait