Maulid Nabi 1448 H di Way Apus, Kyai Abdul Aziz Ajak Warga Hidupkan Sunnah Rasul dari Hal Sederhana

BERITA KBNU 23 Aug 2026 18:41 Admin NA
Maulid Nabi 1448 H di Way Apus, Kyai Abdul Aziz Ajak Warga Hidupkan Sunnah Rasul dari Hal Sederhana

nataragung.id - Bakauheni - Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1448 H digelar di halaman depan SMP/SMK Bakauheni, Dusun Way Apus, Desa Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (23/8/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti masyarakat dari dua dusun serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur Nahdlatul Ulama.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan, Mustasyar MWCNU Bakauheni Kyai Suhemi, Ketua MWCNU Bakauheni Ust. Marsidi, UPZISNU Bakauheni, PAC Muslimat NU Bakauheni, kader NU Bakauheni, serta jajaran pemerintah desa dan masyarakat.


Ketua Panitia, Ta'aludin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Maulid Nabi. Menurutnya, peringatan Maulid merupakan hajat bersama umat Islam sehingga keberlangsungannya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan para donatur.

Sementara itu, Kepala Desa Bakauheni, Sukirno, mengapresiasi kebersamaan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui program Desa Helau. Menurutnya, kepedulian masyarakat telah membawa perubahan positif terhadap kebersihan lingkungan desa dan diharapkan dapat terus dipertahankan.


Sukirno juga menilai pelaksanaan Maulid Nabi menjadi momentum penting karena masyarakat dari dua dusun dapat berkumpul dalam satu majelis. Kebersamaan tersebut diharapkan semakin memperkuat silaturahmi dan kekompakan warga.

Memasuki acara inti, Kyai Abdul Aziz At-Tarmasie menyampaikan Mauidzoh Hasanah dengan mengajak jamaah memahami perjalanan perkembangan peradaban dan keilmuan Islam sejak masa Rasulullah ﷺ.

Ia menjelaskan bahwa pada masa awal Islam, Nabi Muhammad ﷺ menjadi pusat rujukan umat dalam memahami ajaran agama. Setelah Rasulullah ﷺ wafat, ajaran Islam diwariskan melalui para sahabat dan berkembang melalui generasi ulama hingga lahir tradisi keilmuan dan berbagai karya tulis.


Kyai Abdul Aziz menyebut sejumlah ulama besar, di antaranya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, sebagai bagian penting dalam perkembangan serta pengabadian ilmu agama.

Ia juga menekankan bahwa memahami Al-Qur'an membutuhkan proses belajar. Selain ilmu tajwid untuk membaca Al-Qur'an dengan benar, terdapat berbagai perangkat keilmuan seperti nahwu, sharaf, balaghah, mantik, bayan dan ma'ani untuk membantu memahami kandungan ajaran Islam secara lebih mendalam.

Di bagian akhir tausiah, Kyai Abdul Aziz mengajak jamaah tidak menunggu menjadi sempurna untuk mulai memperbaiki kehidupan beragama. Menurutnya, masyarakat dapat memulai dari amalan sederhana yang mampu dilakukan setiap hari dan menjaganya secara konsisten.

Ia mencontohkan adab sehari-hari, termasuk tata cara masuk dan keluar toilet serta bersuci, sebagai bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ yang dekat dengan kehidupan umat.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. (edi's)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

5 + 8 = ?
Berita Terkait