Mulyono Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Politik Nasional: Jangan Gaduhkan Rumah Besar Indonesia

BANDAR LAMPUNG • 04 Nov 2026 13:47 • Arif Natar • 17 kali dibaca
Mulyono Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Politik Nasional: Jangan Gaduhkan Rumah Besar Indonesia

nataragung.id, Bandar Lampung – Di tengah dinamika politik nasional yang belakangan menjadi perhatian publik, Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang berpotensi memicu kegaduhan.

Mulyono mengingatkan, perbedaan pandangan dan kepentingan politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut justru merusak hubungan antarsesama anak bangsa dan mengikis semangat persaudaraan.

Ia secara khusus mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terpancing provokasi, serta tidak ikut menyebarkan unggahan maupun komentar yang dapat memperkeruh suasana.

Menurutnya, Indonesia bukan milik kelompok atau golongan tertentu, melainkan rumah besar yang dihuni seluruh rakyat dengan beragam suku, budaya, agama, dan pandangan politik.

“Indonesia ini rumah kita bersama. Kita semua tinggal di rumah yang sama dan berpijak di tanah air yang sama. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya bersama, bukan justru membuatnya rusak. Kalau rumah ini roboh, kita semua yang akan merasakan akibatnya,” tegas Mulyono, Rabu (4/11/2026).

Ia berharap dinamika politik nasional dapat segera mereda dan situasi kembali kondusif. Sebab, menurutnya, masih banyak persoalan nyata yang membutuhkan perhatian serius dan penyelesaian, terutama persoalan yang langsung dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan dinilai menyulitkan sebagian masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Baginya, persoalan kebutuhan dasar rakyat semestinya tetap menjadi perhatian utama di tengah berbagai dinamika politik yang berkembang.

“Politik sejatinya harus memberikan manfaat bagi rakyat. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan perbedaan dan kepentingan politik, sementara persoalan masyarakat justru terabaikan,” ujarnya.

Mulyono menegaskan, perbedaan pilihan, pandangan, maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Jika seluruh elemen bangsa memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Indonesia menjadi lebih baik, maka semangat kolaborasi dan persatuan harus lebih dikedepankan.

“Kalau niat dan tujuan kita sama-sama ingin membangun Indonesia menjadi lebih baik, seharusnya kita bisa berjalan searah. Tidak perlu saling menjatuhkan atau memperkeruh keadaan. Mari kita kedepankan kepentingan bangsa dan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya bermedia sosial yang sehat. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, apalagi ikut menyebarkannya tanpa mengetahui kebenarannya.

Menurutnya, menjaga Indonesia tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Menahan diri dari menyebarkan provokasi, menghormati perbedaan, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terhasut juga merupakan bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam merawat persatuan.

“Jangan sampai kita sibuk dengan perbedaan, tetapi lupa bahwa kita berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Mari kita jaga rumah ini bersama-sama, memperbanyak doa, dan berharap bangsa kita selalu diberikan kedamaian serta jalan terbaik dalam menghadapi setiap persoalan,” pungkasnya.

Pesan Mulyono sederhana: boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan. Sebab, menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

6 + 1 = ?
Berita Terkait