Mutiara Pagi: Keamanan - Rezeki Yang Sering Terasa Biasa, Padahal Sangat Berharga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI • 30 Sep 2026 01:43 • Admin NA • 81 kali dibaca
Mutiara Pagi: Keamanan - Rezeki Yang Sering Terasa Biasa, Padahal Sangat Berharga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Keamanan: Ketika kita Bisa Tidur Tanpa Rasa Takut

Ada rezeki yang tidak masuk ke dalam rekening, tidak tersimpan di lemari, dan tidak dapat dihitung dengan timbangan harta. Rezeki itu bernama keamanan.

Terkadang kita merasa miskin karena rumah kita tidak besar, kendaraan kita tidak mewah, dan penghasilan kita tidak sebanyak orang lain.

Namun, pernahkah engkau berhenti sejenak dan menyadari bahwa engkau masih bisa tidur tanpa rasa takut? Masih bisa berjalan di jalan tanpa dihantui ancaman? Masih bisa berkumpul bersama keluarga tanpa kecemasan tentang keselamatan jiwa dan harta?

Bukankah semua itu adalah rezeki?

Ada orang yang memiliki istana, tetapi tidak menemukan ketenangan di dalamnya. Ada yang memiliki kekayaan berlimpah, tetapi hidupnya dikelilingi ketakutan. Ada yang memiliki banyak harta, tetapi berharap satu hal yang mungkin selama ini engkau anggap biasa: bisa menjalani hari dengan aman.

Keamanan bukan sekadar tidak adanya perang. Ia juga mencakup rasa terlindungi, ketenteraman dalam menjalani kehidupan, dan kesempatan untuk beribadah tanpa ancaman yang menghalangi.

Ketika kita dapat menutup pintu rumah pada malam hari dan tidur dengan tenang, jangan lupa bahwa di balik ketenangan itu ada nikmat Allah yang tidak ternilai.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ"

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan."(QS. Quraisy: 4)

Perhatikanlah, saudaraku...

Allah menyebutkan dua nikmat besar dalam ayat ini: makanan yang menghilangkan kelaparan dan keamanan yang menghilangkan ketakutan.

Keduanya adalah kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia. Seseorang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup dan keamanan untuk menjalani kehidupan dengan tenteram.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa keamanan bukan perkara kecil. Ia adalah karunia yang patut disyukuri, bukan nikmat yang layak dilupakan.

Jika Allah memberikan kita tempat yang aman, keluarga yang terlindungi, dan kesempatan untuk beribadah dalam ketenteraman, maka jangan biarkan kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa kepada Pemberi nikmat.

Keamanan sebagai Nikmat yang Besar

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ"

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya.'"(QS. Al-Baqarah: 126)

Lihatlah doa Nabi Ibrahim alaihis salam

Sebelum menyebut rezeki berupa buah-buahan, beliau memohon keamanan bagi negeri tersebut. Ini menunjukkan pentingnya keamanan dalam kehidupan manusia.

Harta dan makanan sangat dibutuhkan, tetapi kehidupan yang aman memberikan ruang bagi manusia untuk bekerja, beribadah, membangun keluarga, dan menjalani tanggung jawabnya.

Maka, jangan menganggap keamanan sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai hanya karena engkau menikmatinya setiap hari
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا"

Barang siapa di antara kalian memasuki pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya."(HR. Tirmidzi, no. 2346; Ibnu Majah, no. 4141)

Hadits ini menghadirkan gambaran yang sangat dalam tentang kekayaan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebut tiga nikmat:

* Keamanan: Engkau berada dalam keadaan aman di tempat tinggalmu.

* Kesehatan: Tubuhmu berada dalam keadaan sehat.

* Kecukupan makanan: Engkau memiliki makanan untuk kebutuhan hari itu.

Ketiga nikmat ini, ketika berkumpul dalam kehidupan seseorang, digambarkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam seperti dunia yang telah dikumpulkan oleh untuknya.

Bukan berarti seorang muslim dilarang mencari kekayaan atau meningkatkan kehidupannya. Namun, hadits ini mengajarkan agar kita tidak mengabaikan nikmat yang sudah ada hanya karena terus mengejar sesuatu yang belum dimiliki.

Terkadang kita mengejar dunia yang luas, sementara Allah telah memberi kita sebagian besar kebutuhan yang membuat hidupmu berarti.

Jadi, jangan merasa miskin hanya karena kita tidak memiliki rumah megah, sementara kita masih memiliki tempat untuk pulang dengan selamat.

Jangan menganggap kecil nikmat ketenteraman, karena banyak orang baru menyadari nilainya ketika rasa takut datang mengetuk pintu kehidupan.

Ketika malam tiba dan engkau dapat beristirahat tanpa ancaman, bersyukurlah.

Ketika keluargamu dapat berkumpul dengan aman, pujilah Allah.

Ketika kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid tanpa rasa takut yang menghalangi, sadari bahwa itu pun karunia-Nya.

Keamanan adalah rezeki yang tidak selalu terlihat, tetapi tanpanya banyak nikmat dunia kehilangan ketenangannya.

Maka, jangan hanya berdoa agar Allah melapangkan rezeki harta kita. Berdoalah agar Allah menjaga negeri tempat tinggal kita, melindungi keluarga kita dan mengaruniakan keamanan bagi kaum muslimin di seluruh penjuru bumi.

Sebab, boleh jadi engkau merasa miskin karena tidak memiliki banyak harta, padahal Allah telah memberimu sesuatu yang sangat berharga:

Keamanan untuk hidup, ketenteraman untuk beribadah, dan kesempatan untuk menikmati nikmat-Nya tanpa dihantui rasa takut.

Semoga Allah, mengkaruniai kita  keamanan dan ketenteraman, keselamatan dan keimanan. Menjaga kita, keluarga, dan negeri kita dari segala keburukan dan perkara yang tidak kita sukai."

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
(*/259).
WaAllahu A'lam.
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 8 = ?
Berita Terkait