Mutiara Pagi: Ketakutan Yang Tinggal di Kepala. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Sering kali, ketakutan terbesar kita bukanlah apa yang sedang terjadi, melainkan apa yang kita bayangkan akan terjadi.
Kita menciptakan badai di dalam pikiran, sebelum setetes hujan benar-benar jatuh. Kita membangun penjara dari dugaan-dugaan, lalu mengurung diri di dalamnya dengan kunci yang sebenarnya berada di tangan kita sendiri.
Padahal, tidak semua yang kita takutkan akan menjadi kenyataan.
Berapa banyak malam yang kita habiskan untuk mencemaskan hari esok, sementara esok belum tentu membawa apa yang kita takutkan?
Bukankah Allah telah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5–6)
Maka jangan biarkan pikiranmu menjadi tempat tumbuhnya ketakutan yang belum tentu terjadi.
Serahkan hari esok kepada Allah.
Tugas kita bukan mengetahui seluruh jalan yang terbentang di depan, tetapi berjalan dengan iman pada jalan yang sedang Allah bukakan.
Sebab terkadang, yang membuat kita takut bukan gelapnya jalan, melainkan bayangan yang kita ciptakan sendiri di dalam gelap.
Dan ketika hati benar-benar mengenal Allah, ia akan belajar satu hal:
Tidak ada yang perlu ditakuti secara berlebihan ketika kita tahu kepada siapa kita berserah.
Tenangkan hatimu.
Apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan melewatimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu tidak akan pernah menjadi milikmu.
Berjalanlah.
Bukan karena jalan itu tanpa bahaya, tetapi karena engkau percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang bersandar kepada-Nya. •✓ (*/262)
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar