Mutiara Pagi: Tidak Semua Yang Kita Inginkan Harus Menjadi Kenyataan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
nataragung.id - Pemanggilan - Jiwa manusia memang diciptakan dengan banyak keinginan.
Kita ingin memiliki, ingin sampai, ingin dicintai, ingin berhasil, ingin sembuh dari luka, dan ingin melihat apa yang kita impikan menjadi kenyataan.
Tidak ada yang salah dengan berharap.
Namun, ada satu pelajaran besar yang harus selalu kita tanamkan dalam hati: tidak semua yang kita inginkan akan Allah berikan.
Allah berfirman:
أَمْ لِلْإِنسَانِ مَا تَمَنَّىٰ
“Atau apakah manusia akan mendapatkan segala apa yang diangan-angankannya?” (QS. An-Najm: 24)
Kita boleh memiliki keinginan, tetapi jangan sampai keinginan menguasai hati. Kita boleh menyusun rencana, tetapi jangan lupa bahwa Allah memiliki rencana yang jauh lebih sempurna.
Sebab terkadang kita menangisi sesuatu yang tidak kita dapatkan, padahal di balik kegagalan itu Allah sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak kita ketahui.
Terkadang kita mengira pintu telah tertutup, padahal Allah sedang mengarahkan kita menuju pintu yang lebih baik.
Dan terkadang kita begitu bersikeras meminta sesuatu, sementara Allah, dengan ilmu-Nya yang sempurna, mengetahui bahwa sesuatu itu justru akan menjadi beban bagi hidup kita.
Maka, didiklah jiwa untuk berharap tanpa memaksa, berusaha tanpa sombong, berdoa tanpa putus asa, dan menerima tanpa banyak mengeluh.
Keinginan adalah milik manusia.
Ketetapan adalah milik Allah.
Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi seorang mukmin belajar percaya bahwa apa yang Allah pilihkan tidak pernah keluar dari ilmu, hikmah, dan rahmat-Nya.
Barangkali yang tidak menjadi milik kita adalah cara Allah menjaga kita.
Barangkali penundaan adalah cara Allah mematangkan kita.
Dan barangkali kehilangan adalah cara Allah mengosongkan tangan kita agar kelak dapat diisi dengan sesuatu yang lebih baik.
Jangan jadikan terkabulnya semua keinginan sebagai ukuran kasih sayang Allah.
Sebab terkadang kasih sayang-Nya hadir dalam bentuk yang tidak kita sukai.
Cukuplah kita berkata:
“Ya Allah, aku memiliki keinginan, tetapi Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik untukku. Jika ia baik, dekatkanlah. Jika tidak, palingkanlah hatiku darinya dan cukupkan aku dengan pilihan-Mu.”
Karena pada akhirnya, ketenangan bukan ketika semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Ketenangan adalah ketika hati mampu berkata:
“Aku ridha dengan apa yang Allah tetapkan untukku.” (*/255).
WaAllahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar