Paradigma Baru di Tangan Kapolri Suyudi Ario Seto, Polda Lampung Gaungkan Polisi Hadir di Kampung Bukan di Kantor

BANDAR LAMPUNG • 20 Oct 2026 12:46 • Redaksi NATARAGUNG.ID • 28 kali dibaca
Paradigma Baru di Tangan Kapolri Suyudi Ario Seto, Polda Lampung Gaungkan Polisi Hadir di Kampung Bukan di Kantor

nataragung.id – Bandar Lampung – Guna mengoptimalkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Lampung, Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Lampung menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama potensi masyarakat di Ballroom Golden Tulip Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).

Forum ini digelar tak lama setelah pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Di bawah kepemimpinannya, Polri mengusung paradigma baru dengan slogan resmi “Polisi Bersama Masyarakat – Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.”

Dalam sambutan pembuka, Direktur Binmas Polda Lampung Kombes Pol. Anang F. Indra Napitupulu menegaskan, paradigma tersebut berorientasi pada konsep New Public Service. Warga negara ditempatkan sebagai pusat pelayanan dan mitra kedaulatan, bukan sekadar objek kekuasaan.

Menurut Kombes Indra, ada perubahan mendasar dalam tubuh Polri. Jika dulu warga yang harus mendatangi kantor polisi, kini polisi yang aktif hadir di ruang publik, kampung, hingga sekolah.

Fenomena lama yang dikenal dengan istilah _no viral, no justice_ juga diakhiri. Setiap laporan masyarakat akan langsung diverifikasi, ditangani secara transparan berbasis risiko, dan perkembangan penanganannya diinformasikan secara aktif kepada pelapor tanpa harus diminta berulang kali.

Ukuran keberhasilan Polri pun bergeser. Tidak lagi berorientasi pada jumlah tangkapan atau kuantitas kasus semata, melainkan pada rasa aman yang nyata, kepastian hukum, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Penanganan perkara tidak berhenti saat pelaku tertangkap, namun berlanjut hingga pemulihan kawasan dan pemulihan kondisi korban. Pengawasan internal juga dilakukan secara terbuka tanpa pengecualian, termasuk sanksi seketika bagi oknum yang melakukan pungutan liar di loket pelayanan publik.

Orientasi pelayanan Polri pun diubah, dari budaya kerja yang kaku dan militeristik menuju semangat pengabdian yang lebih humanis dan sensitif.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Brigjen Achmad Saefulloh yang membahas peran pemerintah dalam memperkuat persatuan, Ketua DPD KNPI Kota Bandar Lampung Erlan Heriyanto tentang peran strategis pemuda, akademisi FISIP Unila Dr. Tengku Fahmi tentang peran masyarakat, Ketua Pokdar Mitra Kamtibmas Provinsi Lampung H. Firman Rusli tentang optimalisasi partisipasi publik, serta perwakilan Biro Hukum Polda Lampung AKP Anwar Mayer Siregar yang mengulas tindak pidana baru dalam KUHP Nasional.


Forum yang diikuti berbagai organisasi kemasyarakatan se-Provinsi Lampung ini diharapkan menjadi landasan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan rasa keadilan, keamanan, dan kenyamanan yang nyata. (MAS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

6 + 5 = ?
Berita Terkait