Shobat di Tanjung Bintang, Egi Tekankan Akhlak dan Kerukunan sebagai Fondasi Desa HELAU

LAMPUNG SELATAN • 14 Oct 2026 08:54 • Admin NA • 12 kali dibaca
Shobat di Tanjung Bintang, Egi Tekankan Akhlak dan Kerukunan sebagai Fondasi Desa HELAU

nataragung.id - Tanjung Bintang - Desa yang bersih, sehat, dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan lingkungan yang tertata, tetapi juga oleh akhlak masyarakat, kerukunan antarwarga, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa HELAU di Lampung Selatan.

Pesan itu disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Sholawat Bareng Bupati (Shobat) di Lapangan Kridatama Sakti, Desa Srikaton, Kecamatan Tanjung Bintang, Selasa malam (13/10/2026).

Dalam sambutannya, Egi menegaskan bahwa nilai-nilai Islam, termasuk ajaran tentang kebersihan dan kebaikan terhadap sesama, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat meneladani Rasulullah SAW, menurutnya, sejalan dengan upaya membangun lingkungan yang sehat sekaligus kehidupan masyarakat yang harmonis.

Hal itu pula yang menjadi bagian dari arah pembangunan melalui Program Desa HELAU, salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Program ini tidak hanya berorientasi pada lingkungan yang asri dan infrastruktur yang memadai, tetapi juga pada kemandirian ekonomi, kesehatan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai religius.

"Desa HELAU bukan semata-mata tentang jalan yang bagus, lingkungan yang bersih, atau rumah-rumah yang tertata rapi. Desa HELAU juga harus tercermin dari masyarakatnya yang berakhlak baik, warganya yang rukun, keluarganya yang harmonis, serta kehidupan sosialnya yang penuh kepedulian," ujar Egi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak cukup diukur dari perubahan fisik wilayah. Kualitas hubungan sosial, keharmonisan keluarga, dan kepedulian antarwarga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang sejahtera.

Karena itu, Egi mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan membiasakan sikap saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi juga tercermin melalui perilaku yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Ia berharap, pesan yang tumbuh melalui kegiatan Shobat dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menghormati sesama, hingga memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

"Dengan demikian, Desa HELAU tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga membawa ketenteraman bagi jiwa dan kebaikan bagi seluruh masyarakatnya," kata Egi.

Egi juga mengajak jemaah menjadikan Shobat sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempererat kebersamaan. Upaya mewujudkan Desa HELAU, lanjutnya, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti rumah tangga, masjid, musala, hingga tempat tinggal masing-masing.


Di tengah pesan tentang penguatan akhlak dan kebersamaan tersebut, kegiatan Shobat juga menghadirkan kebahagiaan bagi tiga warga Kecamatan Tanjung Bintang yang memperoleh hadiah umrah dari Bupati Lampung Selatan.

Ketiganya adalah Sutrisno, Tamadun Qurotul Aini, dan Waqiah. Pemberian hadiah itu menjadi salah satu momen istimewa dalam kegiatan tersebut.

Lebih dari sekadar pertemuan untuk bersholawat dan berdoa bersama, Shobat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara masyarakat sekaligus menguatkan pesan bahwa pembangunan desa perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

Melalui semangat tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap terwujud desa yang tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang religius, rukun, dan nyaman bagi seluruh warganya. (mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 4 = ?
Berita Terkait