Sholawat Kebangsaan MWC NU Natar di Pondok Pesantren Daarul Ma'arif Perkuat Nasionalisme dan Kerukunan dalam Kebhinekaan

BERITA KBNU 15 Aug 2026 00:01 Admin NA
Sholawat Kebangsaan MWC NU Natar di Pondok Pesantren Daarul Ma'arif Perkuat Nasionalisme dan Kerukunan dalam Kebhinekaan

nataragung.id - Natar - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Natar menggelar Sholawat Kebangsaan di Kompleks Pondok Pesantren Daarul Ma'arif, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat malam (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB tersebut diisi dengan pembacaan sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Assadulah Asegaf, selaku pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ma'arif.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Natar Eko Irawan, S.S.TP., M.M., bersama perwakilan unsur Forkopimcam Natar, yakni Kapolsek Natar dan Danramil Natar. Kegiatan juga dihadiri perwakilan lintas agama, di antaranya Pdt. Stephanus sebagai perwakilan umat Kristen dan Miyarso sebagai perwakilan umat Buddha.

Turut hadir Ketua MUI Kecamatan Natar, Dr. H. Ahmad Sarbanun, M.Pd.I., yang memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sambutan Camat Natar

Dalam sambutannya, Camat Natar Eko Irawan, S.S.TP., M.M., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus MWC NU Kecamatan Natar yang telah melaksanakan kegiatan Sholawat Kebangsaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Natar yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pengurus MWC NU Natar yang telah melaksanakan kegiatan Sholawat Kebangsaan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Natar yang majemuk," ujar Camat Natar.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan yang dikemas dengan semangat kebangsaan dan dihadiri berbagai unsur masyarakat tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Camat Natar juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang membuat berbagai berita dan informasi dapat dengan cepat sampai kepada masyarakat tanpa batas.

"Di era sekarang, informasi begitu cepat sampai kepada masyarakat tanpa ada batas. Karena itu, kita harus mampu menyikapi setiap informasi dengan bijak dan jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru memecah persatuan dan kerukunan yang sudah terjalin," pesannya.

Ia berharap kegiatan Sholawat Kebangsaan dapat menjadi salah satu momentum untuk terus menumbuhkan semangat kebersamaan, toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat Kecamatan Natar.

Pesan Nasionalisme dari Ketua MUI Natar

Dalam sambutannya, Dr. H. Ahmad Sarbanun mengajak masyarakat untuk terus memupuk rasa nasionalisme sebagai bagian dari kecintaan kepada bangsa dan negara. Salah satu bentuk sederhana yang dapat dilakukan, menurutnya, adalah mengenal, menghafal, dan menyanyikan lagu-lagu wajib nasional.

"Sebagai warga negara, kita harus hafal lagu-lagu wajib nasional. Ini penting untuk memupuk rasa nasionalisme dan kecintaan kita kepada bangsa dan negara," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Menurutnya, nasionalisme perlu terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar semangat perjuangan para pendahulu bangsa tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tausyiah Kiai Miftahul Huda

Rangkaian Sholawat Kebangsaan juga diisi dengan tausyiah oleh Kiai Miftahul Huda, selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas, Rulung Mulya, Natar.

Dalam tausyiahnya, Kiai Miftahul Huda menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang. Namun, keberagaman tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap hidup bersatu sebagai satu bangsa.

Menurutnya, persatuan Indonesia memiliki landasan yang kuat melalui Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Keempat landasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan dan menghindari hal-hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Dialog Kebangsaan Lintas Agama

Dalam dialog kebangsaan, Pdt. Stephanus menyampaikan bahwa umat Kristen memiliki prinsip dalam kehidupan bernegara dengan mengedepankan persatuan dan persaudaraan dalam kebhinekaan.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama. Perbedaan agama, suku, budaya maupun latar belakang hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Sementara itu, Miyarso, selaku perwakilan umat Buddha, menyampaikan bahwa meskipun umat Buddha merupakan kelompok minoritas di Kecamatan Natar, kerukunan antarumat beragama selama ini sangat terasa.

Ia menyampaikan bahwa di Kecamatan Natar terdapat satu vihara yang berada di Desa Sidosari. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi umat Buddha untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat dari berbagai agama.

Miyarso juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjauhi perbuatan buruk dan mengembangkan rasa cinta kasih kepada sesama.

Pesan dari para perwakilan lintas agama tersebut menjadi bagian penting dalam dialog kebangsaan, karena persatuan, kasih sayang, toleransi dan saling menghormati merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Lantunan sholawat yang dipimpin Habib Assadulah Asegaf menjadi bagian utama acara, dilanjutkan dengan tausyiah serta dialog kebangsaan bersama para perwakilan lintas agama.

Sholawat Kebangsaan tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan menjaga persatuan, toleransi dan kerukunan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui kegiatan tersebut, MWC NU Natar menunjukkan komitmennya untuk terus membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Natar.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Dr. Abdul Adib dari Pondok Pesantren Al Islah Sukadamai, Natar.

Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama dengan hidangan nasi kebuli, yang menjadi ciri khas dalam kegiatan rutin Sholawat setiap malam Sabtu Wage di Pondok Pesantren Daarul Ma'arif. (SN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

8 + 4 = ?
Berita Terkait