Spirit of Krakatoa Antar Tapis Lampung Selatan Raih Juara I di Apkasi Otonomi Expo 2026

NASIONAL 29 Aug 2026 04:15 Admin NA
Spirit of Krakatoa Antar Tapis Lampung Selatan Raih Juara I di Apkasi Otonomi Expo 2026

nataragung.id - Tangerang - Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi pada ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026.

Melalui karya wastra bertema Spirit of Krakatoa, Lampung Selatan berhasil meraih Juara I dalam Lomba Fashion Show Wastra Nusantara yang digelar di Ruang Garuda 5 AB, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8/2026).

Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian membanggakan bagi Kabupaten Lampung Selatan dalam rangkaian kegiatan AOE 2026. Karya yang ditampilkan mengangkat kekayaan budaya daerah melalui kain tapis khas Lampung Selatan yang dikemas dalam konsep busana modern tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan karya terbaik bagi daerah.

“Alhamdulillah Lampung Selatan hari ini menang mendapatkan juara. Ini menjadi sebuah motivasi untuk kami untuk terus berkreasi dan terus membawa dan memberikan yang terbaik untuk Lampung Selatan ke depan,” ujar Bupati Egi yang hadir langsung mendampingi peserta dalam perlombaan tersebut.

Karya yang mengantarkan Lampung Selatan menjadi juara mengusung tema Spirit of Krakatoa. Tema tersebut terinspirasi dari peristiwa letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kawasan Lampung Selatan.

Desainer Lampung Selatan, Dudi Pramono, menjelaskan bahwa wastra yang ditampilkan merupakan kain tapis yang dibuat melalui proses tenun dan sulam secara tradisional. Proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak singkat.

“Wastra kami dari Kabupaten Lampung Selatan yaitu Tapis. Proses pembuatannya dengan cara ditenun dan disulam untuk menjadikan satu kain,” ujar Dudi.


Menurutnya, satu lembar kain Tapis dapat dikerjakan dalam rentang waktu satu hingga tiga bulan, mulai dari proses penenunan hingga penyulaman. Nilai tersebut menjadi salah satu bukti tingginya kualitas dan kekayaan warisan budaya yang dimiliki Lampung Selatan.

Lebih jauh, Dudi menjelaskan bahwa Spirit of Krakatoa tidak hanya menggambarkan sebuah peristiwa bencana besar, tetapi juga merepresentasikan semangat kebangkitan dan harapan baru. Filosofi tersebut dituangkan dalam desain busana yang merefleksikan kekuatan masyarakat untuk bangkit dan terus melangkah maju.

“Dari sebuah bencana besar menjadi sebuah harapan kepada harapan hidup masyarakat ke depan,” katanya.

Kemenangan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan kekayaan wastra daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui ajang nasional seperti Apkasi Otonomi Expo, Tapis Lampung Selatan tidak hanya tampil sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.

Keikutsertaan Lampung Selatan dalam AOE 2026 menunjukkan bahwa budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

Di sisi lain, capaian tersebut diharapkan dapat mendorong para pengrajin, pelaku seni, dan desainer daerah untuk terus berkarya, berinovasi, serta membawa wastra Lampung Selatan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (mara-kmf)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

3 + 4 = ?
Berita Terkait