Bandara Radin Inten II Kembali Beroperasi Normal 8 September, Penerbangan Dibuka Pukul 10.01 WIB
nataragung.id - Lampung Selatan - Setelah ditutup selama hampir 27 jam akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Bandara Internasional Radin Inten II kembali melayani operasional penerbangan terhitung Selasa, 8 September 2026 pukul 10.01 WIB.
Penutupan sementara sebelumnya dilakukan sejak Minggu, 6 September 2026 pukul 07.00 WIB sebagai langkah antisipasi keselamatan penerbangan dari sebaran debu dan abu vulkanik.

Penerbangan Dibuka Bertahap
Dalam flyer resmi yang beredar, pihak otoritas Bandara Internasional Radin Inten II menyampaikan pemberitahuan:
> "Sehubungan dengan kondisi Erupsi Anak Gunung Krakatau saat ini, Bandara Internasional Radin Inten II kembali melayani operasional penerbangan"
Pihak bandara juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap waspada.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandarudaraan silahkan menghubungi Contact Center Injourney Airports 172," tulis pengumuman tersebut.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Radin Inten II," lanjut pihak bandara.

Maskapai Garuda Layani Penerbangan Bertahap Sejak Pukul 00.01 WIB
Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia melalui flyer #GANEWS di http://garuda-indonesia.com telah lebih dulu mengumumkan pembukaan penerbangan secara bertahap mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.01 WIB khusus untuk rute dari dan menuju Jakarta.
"Bagi anda yang memiliki tiket penerbangan mulai pukul 00.01 WIB pada Selasa 8 September 2026, kami menghimbau untuk dapat hadir di Bandara 3 jam sebelum keberangkatan guna memastikan kelancaran proses perjalanan," demikian isi imbauan Garuda kepada para penumpangnya.
Kondisi Erupsi GAK Jadi Pertimbangan Utama
Keputusan pembukaan kembali operasional bandara dilakukan setelah berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, dan VAAC Darwin. Berdasarkan data terakhir, kolom abu erupsi GAK terpantau sudah menurun dan arah sebaran abu tidak lagi mengarah langsung ke wilayah Bandar Lampung.
Meski demikian, otoritas bandara menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemantauan terhadap aktivitas GAK dan sebaran abu vulkanik akan terus dilakukan setiap jam. Jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas dan membahayakan penerbangan, penutupan sementara dapat kembali diberlakukan.
PVMBG hingga saat ini masih menetapkan status Level III Siaga untuk Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara diimbau untuk tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi, dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan abu halus.
Dengan dibukanya kembali Bandara Radin Inten II, diharapkan konektivitas Lampung dengan daerah lain dapat kembali normal dan dampak terhadap perekonomian serta mobilitas masyarakat dapat segera pulih. (SMh)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar