Erupsi GAK Berimbas Pada Batalnya Pelaksanaan Bimtek Anggota DPRD Lampung Selatan di Bali
nataragung.id - Lampung Selatan - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menimbulkan banyaknya debu abu vulkanik, rupanya tidak hanya dikeluhkan oleh warga masyarakat yang terdampak. Batalnya beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Radin Inten pada Minggu 6 September 2026, juga turut membatalkan jadwal Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Lampung Selatan.
Bimtek yang bekerjasama dengan Yayasan Jagadhita Universitas Ngurah Rai. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat dan Pusat Kajian akan berlangsung dari tanggal 6-9 September 2026.
Dalam agenda yang sudah tersusun, anggota DPRD Lampung Selatan dijadwalkan chek in di Hotel Hunper Kuta Hotel, Badung Bali pada hari Minggu 6 September 2026 dari pukul 13.00 - 21.00.
Materi Bimtek adalah Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Pariwisata Yang Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Kemandirian Fiskal Daerah.
Namun sayang agenda Bimtek yang sudah tersusun rapi, harus batal akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berimbas pada terganggunya jadwal penerbangan.
Kepastian batalnya Bimtek tersebut diakui oleh anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang akan berangkat.
Dihubungi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp salah seorang politisi wanita Anggota DPRD Lamsel dengan singkat menjawab. "Tidak jadi," jawab politisi yang wanti-wanti agar namanya tidak ditulis. Ketika ditanyakan lebih lanjut Kenapa dibatalkan, apakah karena seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Radin Inten di tiadakan? Dirinya enggan untuk menjawab.
Kepastian batal juga disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Lamsel lainnya. "Iya Batal Pak," jawab anggota DPRD yang berasal dari partai pemenang pemilu 2024 lalu. Ketika ditanya apakah akan diagendakan kembali atau batal total, ia menjawab. "Belum ada informasi apakah batal total atau akan diagendakan kembali.

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada wakil ketua DPRD Lamsel Beny Raharjo, politisi Partai Golkar itu enggan untuk menjawab, meski pesan sudah tersampaikan. Hal senada juga terjadi kepada sekretaris dewan Achmad Herry, meski pesan dibaca, ia enggan untuk menanggapinya.
Seperti dilansir dari storytime.id sebanyak 44 anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel) bersiap memboyong koper mereka menuju Bali.
Bukan buat liburan ya, tapi dalam rangka menjalankan tugas penting yaitu mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang akan digelar di Harper Kuta Hotel, Kabupaten Badung, Bali.
Acara ini bakal berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 6 sampai 9 September 2026. Biar koordinasi makin lancar dan urusan administrasi beres, para wakil rakyat ini didampingi langsung oleh Kepala Bagian Keuangan serta Bagian Umum Sekretariat DPRD Lampung Selatan.
Bimtek kali ini nggak main-main soal materi yang bakal dibahas. Ada empat poin besar yang siap diserap oleh para anggota dewan demi kemajuan Lampung Selatan yaitu: Strategi optimalisasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Implementasi hak keuangan perjalanan dinas dan fasilitas DPRD, serta mekanisme pertanggungjawaban yang akuntabel sesuai aturan.
Kemudian, Optimalisasi penyusunan dan pengintegrasian Pokok Pikiran (Pokir) hasil reses ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta Strategi DPRD dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah lewat pariwisata domestik yang berkelanjutan.
Narasumber yang dihadirkan juga berkelas dan kompeten di bidangnya, mulai dari akademisi Universitas Ngurah Rai, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, hingga Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Bali.
Sekretaris DPRD Lamsel, Achmad Herry, menegaskan bahwa agenda ini sangat krusial untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan para anggota legislatif.
“Tantangan pembangunan di Lampung Selatan ke depan semakin kompleks. Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan seluruh anggota dewan punya bekal regulasi dan pemahaman yang matang, khususnya dalam mengawal anggaran dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Achmad Herry saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 4 September 2026.
Beliau juga meluruskan bahwa kegiatan ini dibiayai oleh anggaran APBD Murni 2026 dan sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, bahkan sebelum digelarnya Paripurna pengesahan APBD Perubahan 2026. Jadi, agenda ini murni program kerja yang tersusun rapi, bukan kegiatan yang mendadak diadakan.
“Kami memilih Bali, khususnya Badung, karena mereka punya rekam jejak yang sangat baik dalam pengelolaan PAD dan sektor pariwisata. Kita ingin belajar langsung dari ahlinya agar formula sukses mereka bisa kita adaptasi dan modifikasi untuk kemajuan daerah kita sendiri,” tambahnya.
Achmad Herry menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya komitmen para anggota dewan dalam kegiatan ini.
Bimtek ini sifatnya wajib dan menjadi suatu keharusan demi kemajuan Kabupaten Lampung Selatan. Output dari acara ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat lewat kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak pada publik,” pungkasnya. (SMh)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar