Mutiara Pagi: Jangan Selalu Mencari Yang Jauh. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI 01 Sep 2026 02:33 Admin NA
Mutiara Pagi: Jangan Selalu Mencari Yang Jauh. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Allah Subḥanahu wata'ala menceritakan kisah Dzulqarnain ketika membangun sebuah benteng untuk melindungi suatu kaum dari Ya’juj dan Ma’juj.

Allah berfirman:

﴿آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا﴾

“Berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga ketika besi itu telah memenuhi celah di antara kedua gunung, dia berkata, “Tiuplah!” Hingga ketika besi itu menjadi api, dia berkata, “Berilah aku tembaga yang mendidih agar aku tuangkan ke atasnya.” (QS. Al-Kahfi: 96)

Perhatikanlah...

Dzulqarnain tidak diperlihatkan sebuah benteng yang sudah jadi. Allah memberinya bahan-bahan yang ada di sekitarnya: besi, gunung, dan kemampuan manusia.

Yang luar biasa bukan semata-mata bahan bakunya.

Tetapi akal yang mampu melihat bagaimana bahan itu diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Begitulah kehidupan.

Kadang kita merasa tidak punya apa-apa, padahal Allah telah meletakkan banyak potensi di sekitar kita.

Ada tanah yang bisa digarap.
Ada ilmu yang bisa diajarkan.
Ada tangan yang masih bisa bekerja.
Ada pengalaman yang bisa dibagikan.
Ada orang-orang baik yang bisa diajak bekerja sama.
Ada waktu yang masih tersisa.
Bahkan ada masalah yang mungkin justru menjadi jalan lahirnya sebuah solusi.

Hanya saja, kita sering terlalu sibuk melihat apa yang tidak kita miliki, sampai lupa memperhatikan apa yang sudah Allah titipkan.

Orang yang bijaksana tidak selalu bertanya:

“Apa yang belum saya punya?”

Tetapi ia bertanya:

“Apa yang sudah Allah berikan kepada saya, dan bagaimana saya bisa mengelolanya menjadi kebaikan?”

Besi di tangan orang biasa mungkin hanya besi.

Tetapi di tangan orang yang memiliki ilmu, visi, dan kecerdasan, besi bisa menjadi benteng.

Begitu pula waktu.

Bagi sebagian orang, satu jam hanyalah satu jam.

Tetapi bagi orang yang cerdas, satu jam bisa menjadi ilmu, amal, karya, sedekah, bahkan menjadi sesuatu yang terus mengalir pahalanya setelah ia meninggal dunia.

Maka jangan selalu menunggu datangnya sesuatu yang besar.

Lihatlah lebih dekat.

Mungkin Allah tidak sedang menunggu untuk memberimu bahan baru.

Mungkin Allah sedang menunggu kecerdasanmu untuk mengelola apa yang sudah Dia berikan.

Sebab sering kali keberkahan bukan terletak pada banyaknya bahan yang kita miliki, tetapi pada kepandaian kita mengolah pemberian Allah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Jangan sibuk mencari pintu yang jauh, sementara Allah telah menyediakan kunci di tanganmu. (*/240).
WaAllahu A'lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 7 = ?
Berita Terkait