Mutiara Pagi: Jangan Tertipu Oleh Putihnya Garam. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI • 28 Oct 2026 00:06 • Redaksi NATARAGUNG.ID • 19 kali dibaca
Mutiara Pagi: Jangan Tertipu Oleh Putihnya Garam. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Garam dan gula tidak pernah berselisih tentang warna. Keduanya putih, serupa dalam rupa, seakan dilahirkan dari rahim cahaya yang sama. Jika hanya memandang dengan mata, engkau mungkin tak akan pernah tahu mana yang menyimpan rasa asin dan mana yang menyembunyikan manis.

Namun, cobalah mengecapnya. Seketika, lidahmu akan membongkar rahasia yang tak sanggup dijelaskan oleh mata.

Begitulah manusia.

Ada yang wajahnya teduh, tetapi ucapannya menyimpan duri. Ada yang tutur katanya manis, tetapi hatinya menyimpan racun. Ada pula yang penampilannya sederhana, bahkan nyaris tak dipandang orang, tetapi kehadirannya menyejukkan jiwa seperti hujan yang turun di atas tanah yang lama merindukan air.

Jangan terburu-buru menilai seseorang dari wajah yang memesona, pakaian yang indah, atau kata-kata yang tersusun sempurna. Sebab, lidah bisa merangkai madu, sementara hati menyembunyikan kepahitan. Senyuman bisa menjadi jendela keramahan, tetapi terkadang ia hanyalah tirai yang menutupi sesuatu yang tak ingin diperlihatkan.

Manusia tidak selalu memperlihatkan dirinya melalui apa yang tampak. Sering kali, watak aslinya baru muncul ketika kepentingannya terusik, keinginannya ditolak, atau kekuasaannya berada dalam genggaman.

Perhatikanlah bagaimana ia memperlakukan orang yang tidak dapat memberinya keuntungan. Dengarkanlah bagaimana ia berbicara tentang orang yang tidak hadir di hadapannya. Lihatlah bagaimana ia bersikap ketika tak ada pujian yang menunggunya dan tak ada mata yang mengawasinya.

Di sanalah, sedikit demi sedikit, tabiatnya menanggalkan pakaian kepura-puraan.

Sebab, kemuliaan seseorang bukan terletak pada putihnya penampilan, melainkan pada bersihnya hati; bukan pada manisnya perkataan, melainkan pada jujurnya perbuatan.

Maka, jangan terlalu cepat mengagumi seseorang hanya karena indahnya permukaan. Waktu akan mengupas lapisan-lapisan yang menutupi dirinya, dan pengalaman akan mengajarkan kepadamu rasa yang tak pernah bisa disampaikan oleh penampilan.

Tetapi ingatlah, jangan pula menjadikan satu kepahitan sebagai alasan untuk membenci semua manusia. Tidak semua yang tampak manis itu berpura-pura, sebagaimana tidak semua yang terasa asin itu buruk. Garam pun memiliki manfaat, meski rasanya tak semanis gula.

Belajarlah mengenali manusia tanpa tergesa-gesa menghakimi. Sebab, sebagaimana engkau ingin dipahami lebih dalam daripada sekadar penampilanmu, orang lain pun memiliki sisi yang tak selalu terlihat oleh pandanganmu.

Garam dan gula sama-sama putih, tetapi berbeda rasa. Manusia pun demikian: jangan hanya melihat rupanya, jangan hanya mendengar katanya, tetapi kenalilah jejak perbuatannya. Sebab, waktu mungkin tidak mengubah hakikat seseorang, tetapi ia sering menyingkapkan apa yang selama ini tersembunyi. (*/275).
Wallahu A'lam
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

7 + 9 = ?
Berita Terkait