Korupsi dan Muktamar Nahdlatul Ulama. Oleh: M.Habib Purnomo. Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung

ARTIKEL 22 Aug 2026 00:11 Admin NA
Korupsi dan Muktamar Nahdlatul Ulama. Oleh: M.Habib Purnomo. Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung

nataragung.id - Bandar Lampung - Sejak sebelum menjadi presiden hingga sekarang, presiden Prabowo berkomitmen untuk menindak para koruptor sekeras-kerasnya, bahkan bila perlu koruptor akan dikejar hingga  sampai benua ANTARTIKA di kutub es selatan. 
Walau kenyataannya yang terciduk korupsi justru yang di "ANTAR KITA' yaitu para anggota Kabinet Kepala BGN dan belakangan yang heboh adalah panglima yang di tugasi di kejaksaan untuk  memberantas korupsi yaitu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febri Adriansyah, justru tertangkap korupsi besar-besaran.

Tapi hal ini walau membuat kecewa berat presiden Prabowo, tidak menyurutkan tekadnya dalam memberantas korupsi.

Publik juga masih mempertanyakan kelanjutan kasus  gembong mafia minyak paling hebat RIZA CHALID yang hingga saat ini belum tertangkap.

Konon Riza Chalid ini, jaringannya sudah menggurita dan menyandera banyak tokoh elit di Indonesia hingga sulit di tangkap.

Ingat kasus buronnya Riza Chalid ini, kita di ingatkan pula, satu peristiwa dimana ada koruptor kelas kakap yang sulit di tangkap padahal sang koruptor ceto welo-welo (terlihat jelas) nyantai di negeri Jiran Malaysia.

Melihat kenyataan ini, Menkopolhukam waktu itu Mahfud MD memanggil Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigid Prabowo dan ditanya bisa tidak menangkap koruptor ini. Bila tidak saya akan buat tim. Bisa kata Kabareskrim dan tidak lama sang Koruptor berhasil di gelandang ke Indonesia dan di penjara hingga sekarang.

Presiden Prabowo tidak boleh merasa sendirian dalam perang melawan koruptor. Secara kelembagaan  DPR RI pasti mendukung Presiden, dalam memberantas korupsi walaupun tetap saja ada anggota DPR RI yang di penjara karena korupsi. Begitu juga rakyat pasti mendukung Presiden Prabowo dalam perang melawan koruptor.

Korupsi selama ini telah menjadi BENALU bagi bangsa dan negara yang menghisap haknya rakyat.
Koruptor lebih sadis dari hewan LINTAH.

Hewan lintah otomatis akan melepaskan dirinya, bila sudah kenyang menghisap darah mangsanya, sedang koruptor semakin banyak korupsi semakin kurang korupsinya.

Di Muktamar ke-35 NU kali ini, akan membahas tentang pemberantasan korupsi. Bahkan pada Konperensi Besar NU dan Musyawarah Alim ulama NU tahun 2012 lalu, di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, NU telah memutuskan, menyarankan hukuman mati bagi koruptor sekala besar.

Pemberantasan korupsi, menjadi  salah satu tema sentral yang akan di bahas di  Muktamar NU  di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang yang akan berlangsung dari tanggal 27-31 Agustus 2026.  

Bila korupsi berhasil diberantas, maka kemakmuran akan merata hingga ke desa-desa.Tidak seperti sekarang, ada yang super kaya-raya, ada yang terpaksa kabur keluar negeri sebagai TKI untuk menyambung hidup keluarga, padahal di Indonesia berlimpah-ruah sumber daya alamnya.

Bila korupsi bisa di berantas oleh pemerintah, rakyat lebih bisa menikmati kekayaan alam Indonesia. Biaya pendidikan murah, orang tua juga akan mampu mengirim anak-anaknya ke pesantren. Biaya kesehatan murah, biaya hidup murah, biaya umroh haji terjangkau, infrastruktur jalan  akan semakin bagus dan seterusnya dan seterusnya.

Pada akhirnya mari kita tunggu gelaran Muktamar ke-35 NU yang tinggal menghitung hari lagi.
Tabiik... (*)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

4 + 8 = ?
Berita Terkait