Mutiara Pagi: Ketika Ingin Berhasil Dalam Hidup, Berhentilah Dari 5 Hal Ini. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MUTIARA PAGI 05 Sep 2026 01:42 Admin NA
Mutiara Pagi: Ketika Ingin Berhasil Dalam Hidup, Berhentilah Dari 5 Hal Ini. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Kadang yang menghalangi kita untuk melangkah bukan karena jalan terlalu sulit, tetapi karena kita terlalu lama berdiri di tempat yang sama—dikuasai oleh keluhan, ketakutan, pikiran sempit, dan rasa rendah diri.

Jika ingin hidup berubah, mungkin bukan selalu dengan menambah sesuatu, tetapi dengan berhenti dari beberapa kebiasaan yang melemahkan diri.

1.Berhentilah mengeluh.

Mengeluh tidak akan mengubah keadaan. Ia hanya menguras tenaga yang seharusnya digunakan untuk mencari jalan keluar.

Allah berfirman:

«إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”
(QS. Yusuf: 86)

Mengeluh kepada manusia boleh jadi membuat kita semakin lemah. Tetapi mengadu kepada Allah justru membuat hati kuat.

2.Berhentilah berpikiran kecil.

Jangan terlalu cepat berkata, “Aku tidak mampu.”
Jangan membatasi masa depan hanya karena melihat keterbatasan hari ini.

Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Jangan hanya melihat besarnya masalah. Lihatlah besarnya Allah yang menolongmu.

Mimpi boleh tinggi, selama langkah tetap rendah hati dan hati tetap bergantung kepada Allah.

3.Berhentilah merasa takut.

Takut gagal, takut dicemooh, takut kehilangan, takut mencoba sesuatu yang baru.

Ketakutan yang berlebihan sering membuat seseorang tidak pernah memulai.

Allah berfirman:

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 175)

Takutlah kepada Allah, tetapi jangan takut kepada dunia secara berlebihan.

Sebab ketika hati dekat dengan Allah, kita akan menemukan keberanian untuk menghadapi apa pun yang ada di hadapan.

4.Berhentilah memelihara mental block.

Jangan terus berkata:

“Aku tidak bisa.”
“Aku sudah terlambat.”
“Aku tidak punya modal.”
“Aku tidak berbakat.”
“Orang lain lebih hebat dariku.”

Kalimat-kalimat itu, jika terus diulang, bisa menjadi penjara yang kita bangun sendiri.

Allah berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”
(QS. Ali ‘Imran: 139)

Berhenti mengatakan “tidak mungkin” sebelum berusaha.

Bisa jadi yang kita anggap mustahil, justru menjadi mudah ketika Allah membuka jalannya.

5.Berhentilah merendahkan diri.

Rendah hati itu mulia. Tetapi merendahkan diri hingga merasa tidak berharga adalah sesuatu yang berbeda.

Allah menciptakan manusia dengan kemuliaan:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra’: 70)

Jangan hina dirimu hanya karena pernah gagal.

Jangan merasa tidak berharga hanya karena pernah jatuh.

Kegagalan adalah peristiwa, bukan identitas.

Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزْ

“Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah.” (HR. Muslim)

Maka jika ingin berhasil, jangan hanya bertanya:

“Apa yang harus aku lakukan?”

Tetapi tanyakan juga:

“Apa yang harus aku tinggalkan?”

Tinggalkan keluhan.
Tinggalkan pikiran yang membatasi.
Tinggalkan ketakutan yang melemahkan.
Tinggalkan mental block yang mengurung langkah.
Dan tinggalkan kebiasaan merendahkan diri.

Kemudian gantilah dengan ikhtiar, doa, keberanian, ilmu, kesabaran, dan tawakal.

Sebab keberhasilan bukan hanya tentang seberapa besar kemampuan kita, tetapi juga tentang seberapa kuat kita percaya bahwa Allah mampu membuka jalan yang belum kita lihat.

Berjalanlah. Berusahalah. Berdoalah.

Jangan menyerah hanya karena hari ini belum berhasil.

Boleh jadi pintu yang selama ini engkau ketuk belum terbuka, karena Allah sedang mengajarkanmu cara mengetuknya dengan lebih kuat. (*/242)
WaAllahu A'lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

6 + 7 = ?
Berita Terkait