Prof. Rudy dan Harapan Baru bagi Unila. Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

ARTIKEL 29 Aug 2026 04:55 Admin NA
Prof. Rudy dan Harapan Baru bagi Unila. Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

nataragung.id - Bandar Lampung - KONTESTASI Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai menarik perhatian. Salah satu nama yang layak diperhitungkan adalah Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., yang resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kehadiran Prof. Rudy menjadi warna tersendiri dalam bursa Pilrek salah satu Universitas terkemuka di Indonesia tersebut. Bukan semata karena ia termasuk kandidat yang relatif muda, tetapi karena memiliki rekam jejak panjang di Unila.

Hampir 24 tahun mengabdi di kampus tersebut, Prof. Rudy pernah dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Sekretaris sekaligus Plt. Ketua LPPM, Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan, serta Ketua Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila. Ia juga memiliki gelar LL.M. dan LL.D. dari perguruan tinggi luar negeri.

Modal tersebut tentu menarik. Namun, Pilrek bukan kontes gelar dan jabatan. Yang paling penting adalah gagasan dan kemampuan mewujudkannya.

Unila membutuhkan pemimpin yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan inovasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing lulusan serta membawa reputasi Unila semakin kuat di tingkat nasional dan internasional.

Karena itu, masyarakat tentu menunggu visi dan misi Prof. Rudy ketika tahapan pemaparan kandidat berlangsung. Di sanalah kapasitasnya benar-benar akan diuji.

Sikap Prof. Rudy yang berkomitmen mengikuti kontestasi secara sehat, menghormati tata tertib Senat serta menghindari "negative campaign" dan "black campaign" juga patut diapresiasi. Pilrek seharusnya menjadi pertarungan gagasan, bukan pertarungan menjatuhkan.

Semua kandidat harus mendapatkan kesempatan yang sama. Biarkan rekam jejak, kapasitas, integritas dan program kerja berbicara.

Jika Prof. Rudy mampu menawarkan gagasan yang konkret, realistis dan visioner, kehadirannya tentu dapat menjadi angin segar bagi masa depan Unila.

Namun, bukan berarti kandidat lain tidak layak. Justru semakin berkualitas para kandidat, semakin besar peluang Unila mendapatkan pemimpin terbaik.

Tentu, saat ini Unila membutuhkan rektor terpilih sekaligus pemimpin yang mampu membawa perubahan.

Sebab yang dipertaruhkan dalam Pilrek 2027–2031 bukan hanya sebuah jabatan, tetapi masa depan Universitas Lampung. (*)

Bandar Lampung, 29 Agustus 2026

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

1 + 6 = ?
Berita Terkait