DPRD Lampung Dorong Bioetanol Beri Nilai Tambah bagi Petani dan Masyarakat
nataragung.id - Bandar Lampung - Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Aribun Sayunis, S.Sos., M.M., mendorong pengembangan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, agar mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Lampung.
Menurut Aribun, pengembangan bioetanol menjadi peluang untuk memperkuat keterhubungan antara sektor pertanian dengan industri energi terbarukan. Lampung yang memiliki basis pertanian yang kuat dinilai memiliki potensi untuk memasok bahan baku sekaligus mengembangkan rantai ekonomi baru.
“Yang paling penting, pengembangan bioetanol ini harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani. Hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi,” ujar Aribun, Rabu (16/9/2026).
Ia mengatakan, keberadaan Bioethanol Development Center di Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan riset, pengujian teknologi, serta pemanfaatan berbagai bahan baku pertanian untuk produksi bioetanol. Pengembangan tersebut melibatkan pemerintah, Pertamina NRE, Toyota Group, Universitas Lampung dan sejumlah mitra strategis.
Aribun menilai, Komisi II DPRD Lampung yang membidangi antara lain sektor perekonomian dan pertanian perlu melihat pengembangan tersebut dari sisi manfaat ekonomi bagi daerah. Menurutnya, keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal perlu diperkuat agar terbentuk rantai pasok yang berkelanjutan.
“Petani harus menjadi bagian dari ekosistemnya. Mulai dari penyediaan bahan baku, budidaya, pengolahan sampai terbentuknya pasar. Dengan begitu, hilirisasi bioetanol tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat,” katanya.
Pengembangan Bioethanol Development Center menggunakan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation, dengan bahan baku yang dapat dikembangkan antara lain sorgum, singkong, jagung dan tebu. Fasilitas tersebut juga diarahkan sebagai pilot plant untuk menguji aspek teknis dan keekonomian sebelum dikembangkan dalam skala lebih besar.
Aribun berharap pengembangan bioetanol di Lampung berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian, peningkatan kapasitas petani, pengembangan teknologi serta perlindungan terhadap keberlanjutan bahan pangan.
“Komisi II DPRD Lampung tentu mendukung pengembangan energi terbarukan yang memberikan dampak ekonomi. Kita ingin potensi pertanian Lampung mampu menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pengembangan ekosistem dari hulu hingga hilir, Bioethanol Development Center di Tegineneng diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak hilirisasi pertanian Lampung sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan. (SMh)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tinggalkan Komentar