Mimbar Jum'at: Kesehatan - Nikmat yang Tak Selalu Kita Sadari. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

MIMBAR JUMAT • 25 Sep 2026 01:35 • Admin NA • 16 kali dibaca
Mimbar Jum'at: Kesehatan - Nikmat yang Tak Selalu Kita Sadari. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

nataragung.id - Pemanggilan - Terkadang engkau mengira dirimu miskin hanya karena tidak memiliki banyak harta. Engkau melihat rumah orang lain yang lebih megah, kendaraan yang lebih mewah, dan kehidupan yang tampak lebih lapang. Lalu engkau lupa bahwa ada kekayaan yang tidak selalu terlihat oleh mata: kesehatan yang Allah titipkan di dalam tubuhmu.

Engkau mungkin tidak memiliki banyak uang, tetapi engkau masih bisa membuka mata di pagi hari, menghirup udara tanpa bantuan alat, menggerakkan tangan, melangkahkan kaki, dan bersujud kepada Allah.

Bukankah semua itu adalah rezeki?

Berapa banyak orang yang memiliki harta berlimpah, tetapi rela menghabiskan kekayaannya demi membeli kembali kesehatan yang telah hilang?

Berapa banyak orang yang baru menyadari betapa mahalnya nikmat berjalan ketika langkahnya mulai terasa berat? Betapa berharganya nikmat tidur ketika malam-malamnya dipenuhi rasa sakit? Betapa luasnya nikmat bernapas ketika setiap tarikan napas membutuhkan pertolongan?

Kesehatan adalah kekayaan yang sering baru kita hargai setelah kehilangan sebagiannya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ"

Kemudian, pada hari itu, kamu benar-benar akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia)."(QS. At-Takatsur: 8)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kenikmatan yang Allah berikan bukan sesuatu yang boleh dipandang remeh. Kesehatan, waktu, keamanan, dan berbagai kemudahan hidup termasuk nikmat yang semestinya disyukuri dan digunakan dalam ketaatan.

Jangan sampai tubuh yang sehat hanya digunakan untuk mengejar dunia, sementara kewajiban kepada Allah diabaikan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ"

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalamnya: kesehatan dan waktu luang."(HR. Bukhari, no. 6412)

Perhatikan sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam ini.

Kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering kita miliki, tetapi tidak selalu kita manfaatkan dengan baik. Kita baru merasakan nilainya ketika keduanya mulai berkurang.

Selama tubuh masih sehat, jangan tunggu sakit untuk memperbanyak ibadah. Selama kaki masih mampu melangkah, jangan tunggu lemah untuk mendatangi masjid. Selama lisan masih mampu berbicara, basahilah ia dengan dzikir dan perkataan yang baik.

Sebab, rezeki bukan hanya sesuatu yang masuk ke dalam kantong, tetapi juga sesuatu yang Allah titipkan dalam tubuh, waktu, dan kesempatan kita untuk berbuat baik.

Jangan menyebut dirimu miskin hanya karena hartamu sedikit, sementara Allah masih memberimu kesehatan, kesempatan, dan kemampuan untuk bersujud.

Ada orang yang menginginkan apa yang engkau miliki, sementara engkau sibuk menginginkan apa yang dimiliki orang lain.

Syukurilah tubuhmu sebelum rasa sakit mengajarkan arti nikmat.

Syukurilah langkahmu sebelum kelemahan menghalanginya.

Syukurilah kesehatanmu, karena boleh jadi itulah rezeki terbesar yang selama ini engkau nikmati tanpa pernah menghitung nilainya. <>
_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair 
📚 Mimbar Jum'at

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

5 + 8 = ?
Berita Terkait